Buku ini menyajikan solusi inovatif untuk mengatasi kesenjangan antara harapan kurikulum dan realitas pembelajaran berbicara bahasa Jepang di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pemahaman konsep budaya uchi-soto, kesopanan, dan eufemisme dalam bahasa lisan Jepang. Penulis mengembangkan model pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan pemahaman lintas budaya, yang diberi nama Model DRAMA. Buku ini membahas secara sistematis mulai dari konsep pengembangan model, karakteristik PjBL, ciri khas bahasa lisan Jepang, hingga rancangan model konseptual dan prosedural.
Selain paparan teoretis, buku ini juga menyajikan studi kasus implementasi Model DRAMA di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PSPBJep) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ). Pembaca dapat menyimak kondisi awal sebelum implementasi, proses penerapan model, catatan lapangan, produk akhir mahasiswa, serta refleksi berupa suara mahasiswa secara langsung. Buku ini sangat cocok bagi pendidik, peneliti, dan praktisi pembelajaran bahasa Jepang yang ingin meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dengan pendekatan proyek yang berbasis budaya.




Ulasan
Belum ada ulasan.