Buku “Komunikasi Antarbudaya” ini mengupas tuntas bagaimana memahami dan mengelola interaksi lintas budaya di tengah arus globalisasi dan realitas Indonesia sebagai negara multikultural yang majemuk. Dimulai dengan pembedaan mendasar antara komunikasi antarbudaya, lintas budaya, dan antar-etnik, buku ini kemudian mengulas hubungan erat antara budaya dan komunikasi dengan menunjukkan bahwa budaya berfungsi sebagai filter pesan, termasuk contoh konkret budaya siri pada masyarakat Bugis-Makassar. Empat teori utama disajikan secara aplikatif: Teori Reduksi Ketidakpastian, Teori Akomodasi Komunikasi, Teori Negosiasi Muka, serta Teori Pelintasan Budaya (Double Swing Model). Berbagai hambatan seperti etnosentrisme, stereotip, prasangka, rasisme, hingga kecemasan dan ketidakpastian dibedah beserta strategi mengatasinya. Pada ranah verbal dan nonverbal, pembaca diajak memahami konsep high-context vs low-context, gaya bahasa langsung vs tidak langsung, kesalahan terjemahan, serta makna ekspresi wajah, kontak mata, gestur antar-etnis di Indonesia, jarak ruang (proxemics), dan orientasi waktu (chronemics). Buku ajar ini memberikan manfaat psikologis, sosial, karier, dan pengembangan diri bagi mahasiswa, menjadi referensi teoretis sekaligus panduan praktis bagi dosen dan praktisi komunikasi, serta membuka wawasan bagi masyarakat umum tentang akar kesalahpahaman antarbudaya dan cara membangun relasi lintas budaya yang harmonis.
Komunikasi Antarbudaya
Rp104.000
Tersedia di backorder
Dr. Sitti Murniati Muhtar, S.Sos., S.H., M.I.Kom., Prof. Dr. Jeanny Maria Palinggi, M.Si., dan Dr. Indrayanti, S.Sos., M.Si.
| Berat | 300 gram |
|---|---|
| Dimensi | 17 × 25 × 5 cm |
| Nama Penulis | Dr. Sitti Murniati Muhtar, S.Sos., S.H., M.I.Kom., Prof. Dr. Jeanny Maria Palinggi, M.Si., dan Dr. Indrayanti, S.Sos., M.Si. |
| ISBN | – |
| e-ISBN | – |
| Halaman | xii ; 173 |
| Jenis Cover | Softcover |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm |





Ulasan
Belum ada ulasan.