Buku ini mengkaji secara komprehensif upaya menyeimbangkan dua hak fundamental yang kerap bentrok di era digital: kebebasan pers dan hak privasi atas data pribadi. Dengan menggunakan pendekatan transplantasi hukum Alan Watson dan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, penulis membandingkan secara mendalam pengaturan pengecualian jurnalistik dalam rezim pelindungan data pribadi di Indonesia dan Inggris. Analisis difokuskan pada aspek struktur, substansi, dan budaya hukum kedua negara, termasuk perbandingan kerangka regulasi, kelembagaan pengawas, serta parameter kepentingan publik dalam kegiatan jurnalistik. Buku ini tidak hanya mengidentifikasi potensi adopsi model pengecualian jurnalistik dari Inggris ke Indonesia berdasarkan berbagai persamaan sistemik, tetapi juga memetakan tantangan nyata dalam implementasinya, mulai dari kesenjangan norma, koordinasi kelembagaan, hingga perbedaan persepsi tentang kepentingan publik. Sebuah bacaan penting bagi akademisi, praktisi hukum, jurnalis, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami masa depan kebebasan pers di tengah ketatnya perlindungan data pribadi.
Pengecualian Jurnalistik: Pers Vs Privasi dalam Rezim Pelindungan Data Pribadi
Rp94.000
Tersedia di backorder
| Berat | 300 gram |
|---|---|
| Dimensi | 17 × 25 × 5 cm |
| Nama Penulis | Ade Wahyudin, S.H.I., M.H. dan Dr. Natasya Yunita Sugiastuti, S.H., M.H. |
| ISBN | – |
| e-ISBN | – |
| Halaman | x ; 192 |
| Jenis Cover | Softcover |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm |






Ulasan
Belum ada ulasan.