Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi adalah fondasi utama yang memungkinkan manusia untuk berinteraksi, bekerja sama, dan bertahan hidup. Namun, pernahkah kita membayangkan betapa krusialnya peran komunikasi saat situasi paling genting sekalipun, seperti saat terjadi bencana alam? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi komunikasi menurut para ahli serta mengulas peran komunikasi dalam penanggulangan bencana, sebuah aspek yang seringkali menjadi penentu antara keselamatan dan petaka.
Apa Itu Komunikasi? Memahami Definisi Secara Etimologi dan Para Ahli
Untuk memahami perannya, kita harus kembali ke akar definisi komunikasi. Secara etimologi, kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin, communis, yang berarti sama. Kata ini menjadi dasar dari kata dalam bahasa Inggris, common. Dari sana, berkembang menjadi communicatus (Latin) yang kemudian diterjemahkan menjadi communication dalam bahasa Inggris, yang berarti pekabaran atau perhubungan. Dalam bahasa Indonesia, komunikasi bermakna berbagi atau menjadi milik bersama. Esensinya adalah menciptakan kesamaan makna antara dua pihak atau lebih.
Para ahli komunikasi pun merumuskan definisi yang lebih spesifik, di antaranya:
- Komunikasi sebagai Proses Pesan: Komunikasi adalah proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengelolaan pesan yang terjadi dalam diri seseorang atau lebih dengan tujuan tertentu.
- Komunikasi sebagai Pengiriman Pesan (Mulyana): Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
- Komunikasi sebagai Pengubahan Perilaku (Everett M. Rogers): Sebagaimana dikutip oleh Cangara, Rogers mengemukakan bahwa komunikasi adalah proses mengalihkan suatu ide dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi pada dasarnya adalah penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain. Kesuksesan komunikasi tidak hanya terletak pada tersampaikannya pesan, tetapi pada tercapainya saling pengertian antara pengirim dan penerima informasi.
Dalam prosesnya, komunikasi memiliki unsur-unsur penting: tujuan, sumber, pesan, media, penerima, efek, dan umpan balik. Unsur-unsur inilah yang menjadikan komunikasi sebagai aspek yang kompleks sekaligus vital dalam kehidupan manusia.
Peran Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana: Jembatan Menyelamatkan Nyawa
Ketika bencana terjadi, kekacauan, kepanikan, dan misinformasi seringkali menjadi musuh terbesar. Di sinilah peran komunikasi menjadi krusial. Definisi komunikasi yang telah dijelaskan, jika dihubungkan dengan penanggulangan kebencanaan, menunjukkan bahwa aspek komunikasi tidak dapat dipisahkan dari upaya menyelamatkan jiwa dan memulihkan kondisi.
Dalam penanggulangan bencana, terdapat beragam aktor yang terlibat. Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , unsur pemerintah pusat dan daerah, aparat kepolisian dan TNI, organisasi masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga organisasi internasional. Mereka adalah garda terdepan yang memiliki tugas dan wewenang masing-masing. Selain para aktor tersebut, masyarakat yang menjadi korban bencana juga merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem ini.
Di sinilah tantangan sekaligus peran utama komunikasi muncul, yaitu untuk menciptakan pemahaman yang sama antara para aktor penanggulangan bencana dan masyarakat. Tanpa komunikasi yang efektif, koordinasi antar lembaga bisa kacau, dan informasi penting seperti jalur evakuasi atau lokasi pengungsian tidak akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mewujudkan Perubahan Perilaku melalui Komunikasi Kebencanaan
Kembali pada definisi Everett M. Rogers, komunikasi memiliki tujuan untuk mengubah tingkah laku penerima pesan. Dalam konteks kebencanaan, hal ini sangat relevan.
Para aktor penanggulangan bencana (sumber) mengirimkan pesan kepada masyarakat (penerima) untuk mengubah sikap dan tingkah laku mereka sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya:
- Dari tidak peduli menjadi waspada terhadap potensi bencana di wilayahnya.
- Dari panik dan sembunyi menjadi tenang dan melakukan evakuasi secara terstruktur.
- Dari enggan mengungsi menjadi bersedia menuju titik kumpul yang aman.
Komunikasi yang efektif dalam penanggulangan bencana bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan. Masyarakat perlu percaya pada informasi yang disampaikan oleh pihak berwenang agar mereka bersedia mengubah perilaku demi keselamatan bersama.
Membangun Pemahaman Bersama untuk Penanganan Bencana yang Lebih Baik
Mencermati apa yang seharusnya dilakukan dalam penanganan bencana, komunikasi seharusnya memainkan peran yang sangat penting. Komunikasi bukan sekadar alat, melainkan jantung dari seluruh upaya penanggulangan bencana.
Komunikasi memberikan pemahaman tentang interaksi antar manusia yang berlangsung secara terus-menerus, dengan tujuan menciptakan pemahaman bersama dalam menangani bencana. Pemahaman bersama ini mencakup:
- Tahap Pra-bencana: Komunikasi digunakan untuk sosialisasi risiko, pendidikan kebencanaan, dan simulasi evakuasi.
- Tahap Tanggap Darurat: Komunikasi berfungsi sebagai sistem peringatan dini, koordinasi bantuan, dan penyebaran informasi terkini.
- Tahap Pasca-bencana: Komunikasi berperan dalam pemulihan trauma, rekonsiliasi, dan rekonstruksi yang transparan.
Kesimpulan
Definisi komunikasi yang berakar pada penciptaan “kesamaan makna” menemukan relevansinya yang paling nyata dalam penanggulangan bencana. Lebih dari sekadar bertukar kata, komunikasi dalam konteks ini adalah urusan koordinasi, kepercayaan, dan perubahan perilaku yang pada akhirnya menyelamatkan nyawa.
Dengan memahami peran krusial ini, diharapkan semua pihak, baik pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, maupun masyarakat, dapat terus meningkatkan kapasitas komunikasi mereka. Karena dalam situasi darurat, sebuah informasi yang tepat, disampaikan dengan cara yang tepat, pada waktu yang tepat, adalah bentuk pertolongan yang paling fundamental.
Dapatkan buku berikut untuk lebih lanjut.

Link buku cetak: https://divyamediapustaka.com/produk/komunikasi-tanggap-darurat-bencana/

