Irwan Lapatta adalah nama yang lekat dengan sejarah pembentukan dan kemajuan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sebagai Bupati Sigi dua periode, pria kelahiran Palu ini telah menorehkan banyak kisah, mulai dari menjadi motor pemekaran daerah, memenangkan kontestasi politik, hingga memimpin di tengah dua bencana besar: gempa bumi likuifaksi 2018 dan pandemi COVID-19.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap biografi, perjalanan karier, gaya kepemimpinan, serta peran penting Irwan Lapatta bagi masyarakat Sigi.
Profil dan Latar Belakang Irwan Lapatta
Mohamad Irwan Lapatta lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 19 September 1968. Ia adalah putra daerah yang kini dikenal sebagai politikus senior Partai Golkar. Irwan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tengah dan telah dua kali dipercaya memimpin Kabupaten Sigi.
Irwan menikah dengan Hazizah, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi periode 2019–2024. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak.
Pendidikan Irwan Lapatta
Perjalanan pendidikannya ditempuh di Kota Palu:
- SDN 3 Palu (1975–1981)
- SMPN 1 Palu (1981–1984)
- SMAN 1 Palu (1984–1987)
- Universitas Tadulako, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, lulus sebagai Sarjana Sosial (1994)
- Pascasarjana Universitas Tadulako, Program Studi Administrasi Publik, meraih gelar Magister Sains (2008)
Karier Sebelum Menjadi Bupati
Sebelum terjun ke dunia politik sebagai kepala daerah, Irwan Lapatta memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat di Kabupaten Donggala. Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain:
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala (2013–2014)
- Staf Ahli Bidang Pembangunan Kabupaten Donggala (2014–2015)
Selain sebagai birokrat dan politikus, ia juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Ketua Umum DPK KOSGORO 1957 Kabupaten Sigi, Ketua Umum Forum Masyarakat Sigi (Formasi), serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sigi periode 2020–2025. Ia juga aktif memfasilitasi kegiatan Organisasi Alkhairaat, organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur.
Peran Sentral dalam Pemekaran Kabupaten Sigi
Irwan Lapatta dikenal sebagai salah satu tokoh penggagas dan pejuang pemekaran Kabupaten Sigi. Bersama tokoh-tokoh seperti Nurzain, Habir Ponulele, dan lainnya, ia menjadi motor penggerak berdirinya Sigi sebagai daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Donggala.
Melalui Forum Komunikasi Pemekaran Kabupaten Sigi, Irwan dan tim melakukan berbagai strategi komunikasi politik, termasuk membentuk Forum Masyarakat Sigi (Formasi). Forum ini berperan dalam:
- Menghimpun kekuatan wilayah untuk pemekaran
- Memfasilitasi aspirasi warga terkait pengisian jabatan Bupati
- Melakukan sosialisasi pemekaran
- Menggalang dana melalui program Sigi 1000
Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil, menjadikan Sigi sebagai kabupaten otonom di Provinsi Sulawesi Tengah.
Kiprah di Pilkada: Dua Periode Memimpin Sigi
Periode Pertama (2016–2021)
Pada Pilkada serentak 2015, Irwan Lapatta memutuskan maju sebagai calon Bupati Sigi berpasangan dengan Paulina Lallo, S.E., M.Si. Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan meraih 37.062 suara (30,05%), mengalahkan tiga pasangan calon lainnya.
Mereka dilantik pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola. Saat itu, Irwan yang berusia 48 tahun menjadi bupati termuda dari tujuh kepala daerah yang dilantik.
Periode Kedua (2021–2025)
Pada Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi COVID-19, Irwan kembali maju, kali ini berpasangan dengan Samuel Yansen Pongi. Pasangan ini meraih kemenangan telak dengan perolehan 77.376 suara (55,60%), mengamankan periode kedua kepemimpinannya.
Kepemimpinan di Tengah Dua Bencana Besar
Masa kepemimpinan Irwan Lapatta diwarnai oleh dua krisis besar yang menguji kemampuannya sebagai pemimpin daerah.
1. Bencana Gempa Bumi dan Likuifaksi 2018
Pada 28 September 2018, gempa bumi berkekuatan 7,8 SR disertai tsunami dan likuifaksi dahsyat meluluhlantakkan Sigi, Palu, dan Donggala. Bencana ini menghancurkan 40% infrastruktur Kabupaten Sigi dan menelan ribuan korban jiwa.
Dalam situasi krisis tersebut, Irwan Lapatta menunjukkan kepemimpinan krisis yang sigap dengan:
- Berkoordinasi cepat dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan
- Mendistribusikan tugas secara jelas untuk menghindari duplikasi penanganan
- Mengambil keputusan cepat dan tepat berdasarkan informasi terbatas
- Memastikan komunikasi yang akurat dan terkini kepada semua pihak
2. Pandemi COVID-19 (2019–2021)
Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Irwan kembali menghadapi ujian berat berupa pandemi COVID-19. Ia merespons dengan menerapkan gaya kepemimpinan inovatif dan melayani.
Karakter kepemimpinan yang diterapkannya meliputi:
- Lebih banyak mendengar untuk memahami kebutuhan masyarakat
- Berempati terhadap kondisi tim kerja dan warga
- Kemampuan memprediksi konsekuensi dari setiap keputusan
- Mengedepankan persuasi, bukan otoritas
Di masa pandemi ini, Irwan juga mendorong percepatan digitalisasi dan penggunaan big data dalam berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Sigi.
Aktivitas Organisasi dan Keagamaan
Di luar jabatan publik, Irwan Lapatta adalah sosok yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan keislaman. Ia menjadi Ketua PC NU Kabupaten Sigi dan aktif memfasilitasi kegiatan Alkhairaat. Baginya, kedua organisasi ini memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI, mengembangkan pendidikan, serta menyebarkan dakwah Islam yang moderat dan toleran.
Keaktifannya di organisasi menunjukkan bahwa Irwan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sosial dan spiritual masyarakat.
Kesimpulan
Irwan Lapatta adalah figur kepala daerah yang memiliki rekam jejak panjang dalam membangun Kabupaten Sigi. Mulai dari perannya sebagai pejuang pemekaran, birokrat, politisi, hingga pemimpin di masa krisis, ia telah membuktikan kapasitasnya dalam mengemban amanah rakyat.
Kepemimpinannya yang situasional, inovatif, dan penuh pelayanan menjadikannya salah satu tokoh penting di Sulawesi Tengah. Dengan pengalaman memimpin di antara dua bencana besar—gempa likuifaksi dan pandemi—Irwan Lapatta telah meninggalkan warisan kepemimpinan yang patut menjadi teladan.
Ketahui lebih lengkap sosok Irwan Lapatta di buku berikut.

Link buku cetak: https://divyamediapustaka.com/produk/kisah-kepemimpinan-irwan-lapatta-bupati-sigi/
ebook: https://play.google.com/store/books/details?id=jHeYEQAAQBAJ

