Penerjemahan berita feature bukan sekadar proses alih bahasa. Berita feature memiliki karakteristik khas yang harus dipertahankan dalam terjemahannya. Ciri khas tersebut mencakup teknik berkisah, gaya subjektif, serta kelengkapan detail yang lebih mendalam dibandingkan berita aktual. Oleh karena itu, hasil terjemahan harus tetap merefleksikan unsur-unsur tersebut. Buku ini secara mendalam membahas penerjemahan berita feature dengan studi kasus dari Majalah Tempo edisi liputan khusus 50 tahun G-30-S.
Salah satu strategi yang sering digunakan dalam penerjemahan adalah omission atau penghilangan. Namun, strategi ini dapat memengaruhi karakteristik berita feature, bahkan berisiko mengaburkan identitasnya. Penghilangan unsur tertentu dapat membuat hasil terjemahan tidak lagi terasa seperti berita feature, atau bahkan dapat memberikan perspektif yang berbeda dalam pemberitaan edisi liputan khusus tersebut.
Ditujukan bagi akademisi, penerjemah, dan praktisi media, buku ini menawarkan wawasan tentang tantangan serta keputusan kebahasaan (linguistik) dalam penerjemahan berita. Dengan pendekatan berbasis studi kasus, pembaca diajak untuk memahami lebih dalam dinamika penerjemahan dalam dunia jurnalisme.






Ulasan
Belum ada ulasan.